Teknologi mampu mempersiapkan siswa untuk memasuki dunia kerja

Sebagai seorang pengajar, kita mengerti pentingnya mengajarkan keterampilan dasar seperti membaca, menulis, dan berhitung. Namun, jika kita hanya mengajarkan keterampilan dasar, siswa akan mengalami ketidakseimbangan antara pengetahuan dan keterampilannya. Keseimbangan keduanya sangatlah dibutuhkan dalam dunia kerja di abad ke-21. Agar menjadi warga, pekerja, dan pemimpin yang berkualitas, siswa juga perlu mengasah kemampuan berpikir kritis, komunikasi, kolaborasi, dan bekerja secara kreatif.

Teknologi dapat mengubah pembelajaran agar lebih sesuai dengan lingkungan di dunia nyata. Teknologi juga mampu mempersiapkan siswa untuk memasuki dunia kerja yang semakin terhubung dan kompetitif secara global. Ada banyak teknologi yang dapat membantu para pengajar mengefisienkan tugas hariannya dan memungkinkan mereka untuk menyelaraskan kemampuan berpikir kritis, komunikasi, kolaborasi, dan kreativitas dalam pembelajaran siswanya.

Bagaimana teknologi memengaruhi kehidupan Anda?

  • Smartphone memberikan pengaruh besar terhadap hidup saya. Saya bisa memproses email atau mengerjakan presentasi sambil mengantre di kasir minimarket.
  • Saya memanfaatkan podcast, jadi sekarang saya bisa berolahraga sambil belajar.
  • Google Maps memberi saya perspektif baru dalam melihat dunia. Saya bahkan bisa melihat-lihat rumah dengan StreetView.
  • Saya bisa belajar apa pun secara mandiri dengan teknologi. Saat ini, saya sedang belajar bermain ukulele dengan menonton video tutorialnya di YouTube.

Sebutkan salah satu contoh pemanfaatan teknologi yang dapat menghemat waktu dan membuat pekerjaan Anda lebih efisien.

  • Saya menggunakan daftar tugas di ponsel dan laptop. Saya selalu menggunakan daftar tugas, sehingga bisa menyelesaikan lebih banyak hal daripada biasanya.
  • Mengadakan rapat tim kini jauh lebih mudah karena kami bisa membuat agenda bersama di Google Dokumen. Kami tidak perlu lagi menghubungi orang satu per satu untuk membuat agenda.
  • Dulu, saya harus menulis surat ke setiap orang! Email benar-benar menghemat waktu saya.
  • Saya menggunakan kamera ponsel untuk mengambil foto papan tulis dengan cepat setelah kelas selesai. Saya menguploadnya ke situs kelas agar siswa yang absen tetap bisa mengikuti materi yang diajarkan.

Apa contoh pemanfaatan teknologi di kelas dari pengajar lain yang ingin Anda terapkan?

  • Partner mengajar saya menggunakan Google Gambar untuk menyusun aktivitas gerak manipulatif dan klasifikasi benda untuk siswanya.
  • Semua pengajar bahasa Inggris kelas 8 menggunakan Google Dokumen untuk memberikan masukan formatif pada hasil tulisan siswanya SEBELUM mereka mengumpulkannya.
  • Rekan saya sesama pengajar meminta siswanya merencanakan pembelajaran mereka tentang Mesir Kuno di Google Maps sebagai pengganti kertas dan pensil warna.
  • Saya pernah melihat model pembelajaran jigsaw, yang mengharuskan siswa mempelajari bagian-bagian berbeda dari sebuah bab, dan menuliskan poin utamanya ke dalam presentasi Google Slide bersama

Setelah mengetahui pengaruh teknologi pada kehidupan dan bagaimana teknologi memengaruhi metode mengajar Anda, mari kita simak apa kata beberapa pengajar yang bekerja di lingkungan sekolah berbasis teknologi.

Respons 1

  • Masalah: Siswa saya hanya mendapatkan masukan untuk hasil tulisan mereka setelah tugasnya selesai, dicetak, dan dikumpulkan.
  • Sasaran: Saya ingin mengurangi penggunaan kertas di kelas. Sepertinya saya bisa menggunakan Google Docs sehingga siswa bisa berkolaborasi secara online tanpa menggunakan kertas. Karena memiliki akses ke dokumen bersama, saya bisa melihat keseluruhan proses menulis siswa sehingga masukan dari saya bisa lebih aplikatif.
  • Keberhasilan: Keberhasilan saya bisa dilihat saat siswa menerapkan masukan formatif dari saya dan temannya untuk melakukan pengeditan sebelum batas waktu pengumpulan tugas.

Respons 2

  • Masalah: Kelas matematika saya hanya berfokus pada pengajar dan terlalu kaku.
  • Sasaran: Saya ingin mengubah pendekatan saya dan memberi siswa ruang untuk menentukan cara menyelesaikan satu masalah dan alat yang mereka gunakan untuk menampilkan hasil pembelajaran mereka. Beberapa siswa mungkin akan melakukan presentasi atau membuat video tentang teori yang mereka pelajari.
  • Keberhasilan: Ketika siswa mulai mencoba berbagai pendekatan untuk memecahkan masalah dan menggunakan alat yang tidak terpikirkan oleh saya.

Respons 3

  • Masalah: Saya ingin siswa saya lebih sering berkolaborasi.
  • Sasaran: Kami melakukan project berbicara persuasif, dan menurut saya, membuat presentasi kolaboratif akan menjadi aktivitas yang menarik. Para siswa dapat berkolaborasi di dek slide yang sama untuk membuat sebuah pesan persuasif.
  • Keberhasilan: Ketika siswa mengungkapkan pemikirannya saat proses kolaborasi dan bisa menyampaikan apa yang mereka dapatkan dari bekerja bersama.

Respons 4

  • Masalah: Satu-satunya orang yang melihat karya siswa adalah saya, pengajar mereka.
  • Sasaran: Saya ingin semua siswa bisa berkomunikasi satu sama lain secara alami dengan alat yang ada. Saya ingin menggunakan portofolio digital sebagai media pembelajaran, baik blog maupun situs.
  • Keberhasilan: Ketika siswa bisa menjelaskan pentingnya membuat portofolio dan mempostingnya agar orang lain bisa melihatnya.
Please wait while you are redirected...or Click Here if you do not want to wait.

Leave a comment

Your email address will not be published.